Ruang Rakyat Indonesia (23/10), – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., memberikan dukungan dan perhatian kepada Iptu M. Agus Setiawan, Kanit Patroli Samapta Polresta Palangka Raya, yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga kehilangan suara akibat paparan asap saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), (22/10).
![]() |
| (foto: KAPOLRI) |
Melalui sambungan telepon,
Kapolri menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian Iptu Agus
bersama seluruh personel yang tanpa kenal lelah berjibaku di lapangan untuk
mengendalikan kebakaran hutan dan lahan serta melindungi masyarakat dari dampak
bencana tersebut.
Dalam percakapan tersebut,
Kapolri mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat Iptu Agus yang tetap
menunjukkan kepedulian terhadap tugas dan rekan-rekannya, meskipun kondisi
kesehatannya sedang terganggu.
“Saya sebagai Kapolri ikut
bangga. Anda punya semangat yang luar biasa. Semoga ini menjadi ibadah dan juga
tentunya akan membawa perubahan, terutama dalam memadamkan api di sana. Tapi
tetap jaga kesehatan ya, Pak. Itu yang pertama. Kalau Bapak merasa sudah agak
berat, jangan sampai terlambat datang ke rumah sakit untuk juga berobat,” tutur
Kapolri.
Dokter telah merekomendasikan
agar Iptu Agus beristirahat selama satu minggu untuk memulihkan kondisi
kesehatannya. Namun, ia mengaku masih ingin membantu rekan-rekannya di lapangan
selama kondisi fisiknya memungkinkan.
Perhatian Kapolri tersebut
menjadi bentuk kepedulian institusi Polri terhadap keselamatan dan kesehatan
personel yang bertugas di tengah risiko tinggi penanganan karhutla. Paparan
asap dalam waktu tertentu dapat berdampak terhadap kesehatan pernapasan sehingga
penanganan medis dan pemulihan yang memadai menjadi hal penting.
Pengabdian personel di lapangan
merupakan bagian penting dari upaya melindungi masyarakat dan menjaga
lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Namun, semangat pengabdian
tersebut juga harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan serta
mengikuti rekomendasi tenaga medis.
Melalui perhatian ini, diharapkan
seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla tetap diberikan
kesehatan dan keselamatan sehingga dapat menjalankan tugas kemanusiaan secara
optimal. Kepedulian terhadap personel menjadi pengingat bahwa di balik
perjuangan memadamkan api, keselamatan dan kesehatan para petugas juga harus
menjadi prioritas. (sumber: Divisi Humas Polri)
